Main Menu
Laporan
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia
Kepada Presiden Republik Indonesia
Yang Mulia Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan
Ibu Negara, Ibu Hajjah Ani Bambang Yudhoyono ,
Yang Mulia Sultan Brunei Darussalam, Sultan Haji Hassanal Bolkiah,
Yang Mulia Perdana Menteri Jepang Yukio Hatoyama,
Yang Mulia Perdana Menteri Timur Leste Xanana Gusmao,
Yang Kami Hormati Anggota Kabinet Indonesia Bersatu II,
Yang Terhormat Bapat Gubernur Propinsi Bali,
Para Hadirin Yang Kami Muliakan,
Atas Perkenan Bapak Presiden, adalah merupakan kehormatan bagi kami untuk dapat menyampaikan laporan persiapan Bali Democracy Forum II yang secara resmi akan segera Bapak buka.
Selanjutnya, sementara mengantisipasi sambutan yang akan Bapak sampaikan dan juga dengan perkenan Bapak Presiden, kami ingin mengucapkan selamat datang ke Bali kepada seluruh hadirin Forum ini.
Yang Mulia Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,
Sejak diluncurkan di tahun yang lalu, sejatinya kita sama-sama menyaksikan konsilidasi dari Forum ini. Tidaklah dapat dipungkiri bahwa Bali Democracy Forum telah dapat tempat yang khusus di dalam kerangka arsitektur regional, khususnya bagi suatu Forum yang berfokus pada pemajuan dan pemantapan demokrasi.
Kiranya, tidak diragukan dasar pemikiran yang menlandasi Forum ini, yakni nilai tambah yang didapat oleh negara-negara peserta malalui kesempatan berbagi dan bertukar pengalaman dalam mempromosikan demokrasi. Sebagai penggagas, Indonesia senantiasa berkeyakinan bahwa Forum ini harus bersifat inklusif. Kenyataan mengenai adanya perbedaan tahapan dari masing-masing negara dalam meriah demokrasi, seyogyanya tidak menjadi faktor penghambat dalam bekerjasama yang dilandasi oleh aspirasi universal atas prinsip-prinsip demokrasi.
Keberhasilan Bali Democracy Forum Pertama dan penyelenggaraan pertemuan kedua hari ini, menjadi bukti adanya kesamaan minat di kawasan bagi upaya bersama untuk memperkuat nilai-nilai demokrasi dan institusinya. Tentunya cara pendekatan dari masing-masing kita tidaklah seragam, namun setidaknya kita bersatu dalam semangat untuk berbagi dan saling belajar diantara satu dengan lainnya.
Yang Mulia Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,
Yang Mulia,
Dan Hadirin sekalian,
Sebelum beralih ke tema Forum ini, ijinkan kami untuk menginformasikan bahwa sejak penyelenggaraan Bali Democracy Forum Pertama setahun yang lalu, Institute for Peace and Democracy telah menyelengarakan beberapa kegiatan sebagai tindak lanjut. Termasuk diantaranya penyelenggaraan Updates on Indonesian Election pada bulan Maret 2009 dan Workshop on the 2009 Indonesian Presidential Election bulan Juli 2009. Kami berkeyakinan berbagai masukan yang diperoleh dari kegiatan ini berpotensi untuk memperkuat proses pemilihan, tidak saja di Indonesia, melainkan juga bagi upaya serupa yang dilakuka negara-negara lain di kawasan kita. Tema dari Bali Democracy Forum kali ini adalah Promoting Synergy between Democracy and Development in Asia: Prospects for Regional Cooperation. Berangkat dari tema ini, para peserta akan melakukan diskusi interaktif mengenai Democracy and the Rule of Law dan Democracy and Development in the Information Age.
Pada dasarnya terdapat pengakuan adanya keterkaitan antara demokrasi dan pembangunan. Sekalipun demikian bagi Negara-negara yang secara bersamaan mendorong demokrasi dan mengupayakan tercapainya perkembangan ekonomi, pencapaian senerji diantara kedua tujuan termaksud tidaklah selalu dapat dijamin.
Sejatinya, agar dapat berkelanjutan dan bermakna secara mendalam, demokrasi harus mampu menghasilkan pemajuan ekonomi yang merupakan buah dari proses demokrasi.
Sama halnya, setiap upaya untuk meraih kemajuan ekonomi, namun yang kurang mengindahkan dorongan bagi demokrasi, tidak selalu menjamin kesempatan ekonomi yang adil dan inklusif.
Adapun tema utama dari Forum ini adalah bagaimana Negara-negara dapat mensinerjikan kedua tujuan di atas.
Di bawah tema utama ini, Forum ini akan mengkaji makna demokrasi dan aturan hukum (rule of law) dalam melestarikan secara berimbang nilai-nilai demokrasi dan pembangunan ekonomi. Sama halnya, keberlanjutan bagi masyarakatnya, yang tentunya harus berjangkar pada komitmen teguh terhadap suatu aturan hukum.
Adapun sub-tema terakhir, democracy and development in information age merupakan wujud pengakuan mengenai arti penting akses terhadap informasi dalam membangun rasa kesadaran atas kesertaan dan pemilik dalam proses demokrasi. Yang Mulia Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,
Adalah suatu kehormatan bagi kami untuk melaporkan bahwa tidak kurang dari 36 negara berpartisipasi di dalam Bali Democracy Forum tahun ini. Tentunya merupakan suatu kehormatan pula bagi Indonesia untuk menyambut kehadiran Sultan Brunei Darussalam, Yang Mulia Sultan Haji Hassanal Bolkiah, Perdana Menteri Jepang Yukio Hatoyama dan Perdana Menteri Timur Leste Xanana Gusmao.
Selain itu, kita semua sangat menghargai komitmen dan sumbangsih pribadi Bapak Presiden bagi keberhasilan Forum ini.
Selain peserta yang mewakili kawasan Asia dan Pasifik, perkenankanlah kami untuk melaporkan berkembangnya minat dari negara-negara di berbagai belahan dunia atas Bali Democracy Forum ini. Hal ini dibuktikan oleh kehadiran banyaknya peninjau dalam kegiatan Bali Democracy Forum hari ini.
Yang Mulia Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,
Sebelum menutup laporan ini, memanfaatkan kesempatan ini, kami ingin menyampaikan penghormatan kepada Bapak Dr. Hasan Wirajuda, atas peranan dan kontribusinya selaku Menteri Luar Negeri dalam merintis Bali Democracy Forum ini.
Yang Mulia Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono,
Kehadiran Bapak Presiden di dalam Forum ini merupakan suatu kebahagian dan kehormatan bagi kita semua. Selajutnya, merupakan suatu kehormatan bagi kita semua untuk mengundang Yang Mulia Bapak Presiden untuk menyampaikan kata sambutan, dan secara resmi membuka Bali Democracy Forum II.
Terima Kasih.
